Setiap bulan puasa tiba Istilah ngabuburit sudah menjadi tradisi, istilah ngabuburit sudah memasyarakat yang mengartikan sebagai kegiatan untuk mengisi waktu sampai tiba saatnya buka puasa. Walaupun istilah ngabuburit bukan merupakan budaya tapi istilah ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat sunda. Dengan adanya tradisi ngabuburit yang sudah turun temurun, Indie Cipanas selaku wadah musik berinisiatif untuk meramaikan tradisi tersebut dengan sebuah hiburan musik yang bertajuk Ngabutik (Ngabuburit Akustik). Kegiatan ngabuburit ini diselengarakan atas inisiatif dari para pelaku seni musik dicipanas yang didukung dari berbagai komunitas, seperti : Komunitas kertas, Beatbox, Dance, Pecinta Musik Tradisonal, Rumah musik, Komunitas BMX Cipanas, Fals Mania Cipanas dan teman-teman dikalangan pelajar serta pemuda-pemudi yang ada di cipanas.

Acara ini di isi Oleh:
• Solo beatbox+Freestyle basket(Basyc) • Kaloborasi Beatdance Revolution feat Fadil Batle Beatbox
• Sarekat (Sada Reka Karinding Rakyat) • Hariwang karinding • Stan up comedy • Shufle dance • Swan dance • Nga'butik (ngabuburit bari akustik) • Anak Wayang • Microside • Flying bird • Galih and friend • Dan lain-lain. • The Glam dance • Puisi (Dhea & Dinal Kelian) • Game • Pembagian ta'jil • Penutupan

Ngabuburit bareng kali ini merupakan salah satu rangakaian acara sederhana dalam rangka"Menjalin silaturahmi" antar komunitas di cipanas dan sesama pelaku seni musik yang ada di cipanas.

Indie Cipanas adalah media musik dalam bentuk website yang berbasis di kota Cipanas (Puncak). Media music online ini memungkinkan band/musisi untuk menampilkan karya mereka ke publik yang lebih luas. Kami memfokuskan ulasan pada musik-musik indie yang masih sulit terjangkau oleh media yang nantinya akan membantu mereka dikenal ke publik. Selain itu kami juga ingin mempromosikan hasil karya dari talenta-talenta muda daerah yang tidak punya banyak kesempatan, mengalami hambatan finansial untuk memproduksi dan mendisitribusikan karya mereka dalam format vinil, CD atau kaset. Website ini menyediakan beberapa fasilitas, seperti:

• Forum Music
• Review Gigs,
• Review Album
• Scene Music di cipanas


Semua ini berawal dari Dinal, Sansan dan Nandi yang merasa lelah dengan kondisi industri musik di Indonesia yang dijadikan bahan lawakan oleh para pemegang modal, kami merasa perlu mengembangkan sayap dengan ikut bercokol di tengah maraknya media lainnya untuk mengenalkan musik-musik yang kami anggap memiliki poin lebih. Ini adalah aksi ‘gift economy, sebuah eksperimentasi dalam menerapkan model musik gratis kepada pecinta musik di dunia yang kapitalistik ini. Aksi ini bukanlah gagasan menghancurkan industri musik yang sudah mapan ratusan tahun, tetapi lebih pada tawaran alternatif dalam Mempromosikan atau mendistribusikan karya musik secara gratis.

"BLOG"
http://cipanasindiemusic.blogspot.com/
"FAN PAGE"
https://www.facebook.com/cipanasindiemusic/
"TWITTER"
http://www.twitter.com/indiecipanas
Seperti apa aku?
Apa aku seperti udara dalam ruang kedap terhadapku?
Apa aku seperti cahaya melawan siang di kemarau?
Apa aku seperti suara untuk para tuna tak bertelinga?
Apa aku seperti mata penunjuk jalan gelap yang gulita?
Mungkin aku seperti adalah aku yang menjadi udara, cahaya, suara dan mata?

Dinalkelian
02 Juni 2013




Chris Martins
Konser Incubus memang dijadwalkan mulai pukul 8 malam, itupun dibuka dulu dengan penampilan band lokal Good Morning Alice. Tapi antusiasme yang tinggi dari penonton, khususnya mereka yang menamakan dirinya fans, sudah terlihat sejak sore hari. Tempat penyelenggaraan konser, Istora Senayan pun semakin dipenuhi para penggemar band asal Calabasas, California, ini, padahal acara masih akan dimulai sejam lagi, itu membuktikan betapa tidak sabarnya mereka menonton band favorit mereka beraksi dipanggung untuk kedua kalinya. Yup, ini adalah konser kedua Incubus di Jakarta, sebuah konser pelepas kangen setelah mereka sebelumnya datang ke ibukota pada 2008 silam. Sambil menanti pintu utama masuk ke dalam area konser dibuka, penonton disambut oleh segala macam hiburan dan booth-booth makanan, disana terhampar variasi jajanan dari hotdog sampai sate padang, tidak lupa juga selagi makan, kita akan dihibur oleh beberapa band, hitung-hitung sebagai pemanasan sebelum digoyang oleh band yang diboyong ke Indonesia oleh Showmaxx, selaku promotor. Berbaur bersama penggemar Incubus, saya sempat bertanya lagu apa yang mereka tunggu-tunggu untuk main, jawabannya bervariasi, kebanyakan sih lagu-lagu lama yang memang hits, seperti “Wish You Were Here” dan “Drive”, tapi ada juga yang ingin sekali mendengar nomor-nomor dari album baru Incubus. Mendekati pukul 8, semua orang yang tadinya berpencar di beberapa titik, mulai bergerak untuk mengantri di pintu utama, yah siapa paling cepat pastinya dia akan bisa melihat aksi Brandon Boyd dan kawan-kawan lebih dekat juga. Ribuan penonton pun akhirnya berkumpul, area festival hampir penuh begitupula di bagian tribun. Good Morning Alice pun keluar dari balik panggung, memanaskan suasana dengan tembang-tembang mereka yang enak didengar. Band rock yang beranggotakan Rachmat (vokal), Bobby (gitar), Eko (bas), dan Juan (drum) ini begitu beruntung bisa terpilih untuk medampingi Incubus, tapi dengan jalan yang tidak mudah juga. GMA harus berkompetisi dengan band-band lainnya di ajang “Band Battle – Incubus Opening Act” pada bulan Juni lalu. Incubus sendirilah yang memilih GMA untuk membuka konser mereka, setelah pihak promotor, ShowMaxx merekomendasikan hasil tiga terbaik dari Band Battle tersebut, langsung ke Los Angeles, dimana Incubus bermaskas. Sebuah kebanggaan dong band indie negeri sendiri dilirik oleh band terkenal macam Incubus ini, dan GMA pun tidak menyia-nyiakan kesempatan besar sepanggung bersama band yang terbentuk di tahun 1991 tersebut.

Setelah Good Morning Alice menyelesaikan tugasnya dengan baik di panggung, tentunya sekarang saat-saat yang ditunggu telah tiba, band yang akan tampil selanjutnya adalah Incubus! tepat pukul 9 malam, Brandon Boyd (vokal), gitaris Mike Einziger, penggebuk drum Jose Pasillas, keyboardist dan DJ Chris Kilmore, serta bassist Ben Kenney, muncul dari balik panggung dengan disambut gemuruh tepuk tangan dan histeria penonton. Tak banyak basa-basi, intro permainan DJ Chris disusul dengan melodi gitar Mike langsung mengantarkan penonton ke lagu pertama, “Megalomaniac”, dari album “A Crow Left of the Murder…” (2004). Teriakan Brandon “Step down… Step down… Step down” pun dibarengi dengan luapan kegembiraan penonton yang malam itu larut bernyanyi dan juga melompat bersama. Lagu pembuka berakhir, penonton langsung dihajar sebuah lagu yang bisa dibilang pamungkas ketika konser, “Wish You Were Here”, dari album ke-empat di tahun 2001, “Morning View”. Penonton pun lanjut bernyanyi bareng Brandon.

Selain nomor-nomor andalan dari enam album yang sudah ditelurkan Incubus, termasuk Anna Molly dan Love Hurts dari album “Light Grenades” (2006). Band yang tahun 2011 ini sudah merilis total tujuh album, juga tidak lupa mempromosikan lagu-lagu baru dari album “If Not Now, When?”. “Promises, Promises”, “Isadore”, “Adolescents”, dan “In the Company of Wolves” pun menghiasi konser Incubus yang bisa dibilang begitu luar biasa dan penuh energi. Apalagi penampilan sang vokalis yang dari lagu pertama hingga lagu terakhir tidak ada letihnya mengajak penonton menari dan bernyanyi, paling takjub dengan suaranya yang sudah terbukti sanggup menghipnotis seisi Istora. Brandon yang malam itu mengenakan pakaian kasual dengan kaus oblong bertuliskan “Make Believe Not War” memang tidak banyak berkata-kata, cukup dengan sesekali berterima kasih dan menyatakan betapa senangnya dia bisa kembali ke Jakarta, lalu kembali menghajar kita dari lagu ke lagu, bersama gesekan DJ Chris yang menggoyang, tabuhan drum Jose yang menghentak, serta permainan gitar Mike yang menggila dan betotan bas dari Ben yang menyempurnakan konser pada malam itu.

Hingga lagu ke-11, “Drive” dari album “Make Yourself” (1999) yang bisa dikatakan juga paling ditunggu-tunggu untuk dimainkan, Istora Senayan makin memanas saja, penonton sepertinya memang tidak diberi kesempatan untuk berhenti bergoyang dan Brandon pun memastikan di setiap lagu penonton ikut bernyanyi bersamanya. Tidak hanya penonton yang berdiri di festival, tetapi juga yang berada jauh di tribun juga ikut menikmati setiap lagu yang ditawarkan dengan permainan band yang total dan profesional. Didukung oleh tata pencahayaan dan sound yang mantap dengan tata panggung yang sederhana, Incubus tampil istimewa di depan ribuan penggemarnya yang tiada henti mengelu-elukan nama mereka. Lirik dalam lagu “Nice To Know You” tampak sangat pas dilantunkan sebagai lagu perpisahan, yup setelah 19 lagu yang dimainkan selama kurang lebih satu setengah jam, saatnya Brandon dan kawan-kawan mengucapkan kata “Nice to know you, good-bye” kepada penggemar setianya di Istora Senayan. Tepuk tangan dan histeria penonton yang tidak mau konser berakhir pun mengalir deras, setelah satu-persatu personil Incubus menghilang ke balik panggung, giliran penonton pun berbondong-bondong meninggalkan venue dengan damai. Konser yang istimewa! Sampai ketemu lagi Incubus.

Sumber: Creativedisc

Hari: Minggu 02 Agustus 2009
Waktu: 3.00 pm onward
Tempat: Beppop Studio, Tebet

ORANG-ORANG YANG MAEN 

vocalist : reza (reza_fadrizal) | guitarist : dimas (ten2five), dinal (dinalkelian), ganja a.k.a gatra | bassist : archie | drummer : caax (bloody_kimono), chandra (chandrzeznik)

LAGU-LAGU INCUBUS YANG DIBAWAIN
 
 vitamin | previllage | glass | anty gravity | pistola | megalomaniac | wish you were here | nice to know you | drive | just a phase anna molly | oil and water | warning | are u in? | circles | favourite things | paper shoes | rogues | priceless | redefine | sick sad little world | stellar | talk shows on mute
Incubus - Anti Gravity (Summer Romance) - Covered by Incubus Indonesia Fans Club Kaskus

Incubus - Anna Molly - Covered by Incubus Indonesia Fans Club Kaskus
Powered by Blogger.